Loading...

Tertarik Kakao, FAO Seriusi Kerjasama Teknis dengan Kementan

20:37 WIB | Tuesday, 03-July-2018 | Kebun | Penulis : Gesha

Kepala Perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor Leste, Stephen Rugard bersama Sekjen Kementan, Syukur Iwantoro

Komoditi kakao Indonesia ternyata menarik perhatian berbagai pihak untuk bisa dikembangkan dengan serius. Kini, kerjasama teknis budidaya kakao akan dirintis Organisasi Pangan dan Agrikultur Dunia (Food And Agricultue Organization/FAO) bersama Kementerian Pertanian dalam waktu dekat.

 

"Mereka ingin perkuat kerjasama Indonesia dengan FAO, khususnya kakao. Mr. Stephen pun sudah melihat secara langsung bagaimana pengembangan kakao di Sulawesi Selatan," ungkap Menteri Pertanian, Amran Sulaiman setelah menerima Kepala Perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor Leste, Stephen Rugard di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Selasa (3/7).

 

Dalam pertemuan tersebut, Amran meminta tim ahli dari FAO untuk bisa meningkatkan produktivitas kakao Indonesia. "Kalau perlu sampai 1,5 ton per hektar. Selama ini, produktivitas kakao Indonesia hanya 600-700 kilogram per hektar," tuturnya.

 

Permintaan Menteri Amran ini disanggupi oleh Stephen dengan rencana akan mendatangkan ekspert dari Thailand yang telah berhasil meningkatkan produktivitas kakao. "Menteri Pertanian benar-benar mencari orang-orang yang memiliki kemampuan teknis. Dan kami yakin bisa memberikannya sebab kegiatan kerjasama teknis ini sudah kami lakukan di 195 negara lainnya," tutur Stephen.

 

Dirinya pun mengingatkan jika FAO merupakan sebuah organisasi teknis yang membawahi permasalahan pangan dan agrikultur di seluruh dunia. Tak hanya itu, FAO juga memberikan dukungan kepada pemerintah untuk mengembangkan sektor yang krusial secara ekonomi, nutrisi untuk negara dan mengembangkan rural area.

 

"Kami bukanlah organisasi pendanaan (funding) sehingga pekerjaan kami memastikan pemerintah negara anggota FAO bekerja sesuai dengan program yang telah mereka rancang, memberikan keyakinan atas setiap kebijakan yang diambil yang tentu saja berkaitan dengan tindakan membantu petani," tutur Stephen.

 

Apresiasi FAO

 

Sebagai orang baru yang mewakili FAO untuk Indonesia dan Timor Leste, Stephen mempelajari kemudian mengapresiasi segala kebijakan yang telah diluncurkan oleh Kementerian Pertanian selama 4 tahun terakhir. "Kami melihat banyak prioritas yang sudah dilakukan pemerintah Indonesia seperti UPSUS yang sudah memberikan dampak meningkatkan produktivitas dan menjamin ketersediaan pangan," tuturnya.

 

FAO juga melihat  hasil panen yang sudah meningkat, sektor hortikultura yang sudah berkembang, hingga produksi ternak yang semakin menanjak. "Disini menariknya, mekanisasi terbukti mampu meningkatkan produksi dan memberikan pendapatan kepada petani," jelasnya.

 

Kedatangannya ke Indonesia bagi Stephen bukanlah hal yang pertama karena masa kecilnya pernah dihabiskan di Palembang, Sumatera Selatan. Perkembangan Indonesia terlihat nyata bagi Stephen, khususnya di sektor pertanian karena adanya perhatian khusus dari Presiden Joko Widodo.

 

"Menteri Pertanian juga memiliki visi yang jauh ke depan. Ini menjadi faktor kunci untuk bisa mengembangkan Indonesia. Termasuk kaitannya dengan kemudahan mengakses pangan untuk semua populasi," jelas Stephen.

 

Dirinya mengaku bersemangat dengan pertemuan pertama ini dan berencana akan mengundang Director General FAO, Jose Graziano Da Silva ke Indonesia untuk melihat kemajuan pertanian Indonesia guna meningkatkan kerja sama dalam peningkatan produksi dan kesejahteraan petani. Bahkan meningkatkan volume ekspor pangan Indonesia ke berbagai negara.

 

“Kedatangannya nanti untuk melihat langsung kemajuan pertanian Indonesia. Sebab banyak capaian yang drastis meningkatkan produksi dan volume ekspor. Kebijakan pertanian pun saat ini telah berhasil menurunkan tingkat kemiskinan di pedesaan,” tutup Stephen. (gsh)

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162