Loading...

Manfaatkan Lahan Rawa, Petani dan Penyuluh Kab. Hulu Sungai Tengah Optimalkan Pertanaman Musim Kemarau

19:46 WIB | Friday, 10-August-2018 | Nusantara | Penulis : Kontributor

Lahan rawa sangat potensial ditanami saat musim kemarau (dok. Laily)

Kemarau di depan mata tetapi untuk peningkatan produksi padi di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan para penyuluh dan petani setempat mengupayakan pertanaman di lahan rawa. Kuncinya, ada pada pengelolaan air dan lahan agar lahan rawa bisa menghasilkan.

 

Bagi petani di kecamatan Labuan Amas Utara, Labuan Amas Selatan, Haruyan dan kecamatan Pandawan, wilayah rawa menjadi andalan utama produksi komoditas pertanian tidak hanya padi tetapi sayuran dan palawija. 

 

Pemanfaatan lahan rawa ini sejalan dengan program Kementerian Pertanian yang telah mencanangkan optimalisasi satu juta hektare lahan rawa lebak dan pasang-surut di sembilan provinsi. Di antaranya, Riau, Kalimantan Tenggara, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, Papua, serta Kalimantan Tengah.

 

Menariknya, lahan rawa lebak dan pasang surut punya potensi untuk menambah produksi padi nasional di tengah kekeringan akibat kemarau akibat El Nino. Keunggulan lahan rawa sebagai lumbung pangan di musim kemarau dan masa depan antara lain karena air masih berlimpah, lahan cepat pulih, saluran air berfungsi sebagai sarana transportasi. Selain itu, lahan rawa lebih tahan terhadap perubahan iklim, dan hasil biji-bijiannya lebih kaya zat hara.

 

Untuk diketahui, lahan rawa saat musim kemarau air masih terdapat genangan tapi tidak lebih dari 50 cm dan masih dapat ditanami padi. Pada musim penghujan dapat dikatakan lahan rawa lebak ‘banjir’ karena air yang menggenanginya dapat lebih hingga 3 meter, sehingga tidak dapat ditanami padi.

 

Namun, kunci berhasil atau tidaknya pemanfaatan lahan rawa untuk usaha pertanian terletak pada pengelolaan lahan dan air. Sehingga petani di lahan rawa harus bisa memanfaatkan momen kemarau untuk mulai bertanam dan menghasilkan.

 

Karena itu, penyuluh pertanian tengah bersama-sama dengan petani dan TNI melakukan kerja bakti benahi saluran air di desa Tabudarat, di kab. Hulu Sungai Tengah.

 

Salah seorang penyuluh pertanian di Hulu Sungai Tengah, Norman Fadillah mengatakan para penyuluh di lapangan melakukan gerakan bersama dalam pertambahan tanam dengan memperbaiki kondisi pengaturan fasilitas produksi, pengendalian hama penyakit tanaman (HPT) diawal pertanaman.

 

Penyuluh pertanian juga tak lupa untuk melakukan pendampingan dan motivasi kepada petani untuk tetap optimis bertani walaupun musim kemarau menyerang lahan pertanian di Kalsel. Seluruh upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan produksi pangan di kab. Hulu Sungai Tengah pada pertanaman di Musim Kemarau 2018.(NL)

 

 

 

 

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162