Loading...

KaKao Butter Sebanyak 300 ton Dari Kendari Menuju Belanda Dikawal Kementan

07:03 WIB | Friday, 10-August-2018 | Karantina | Penulis : Tiara Dianing Tyas

Balai Karantina Kendari mengawal langsung ekspor cocoa butter menuju Belanda (dok. BKP Kendari)

Kementerian Pertanian (Kementan) dalam hal ini Balai Karantina Pertanian (BKP) Kendari telah memfasilitasi PT Kalla Kakao Industri (KKI) untuk melakukan ekspor 100 ton cocoa butter ke Belanda sebanyak 300 ton.

 

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Karantina Pertanian Kendari, Mastari saat melakukan pelepasan ekspor cacao butter, Kendari, Kamis (9/8). Dalam 2 bulan terakhir, PT KKI telah melakukan ekspor salah satu komoditas perkebunan ini ke negeri kincir angin. Ekspor kali ini menggenapkan jumlah cocoa butter yang diekspor menjadi 300 ton dengan total nilai Rp 27 miliar rupiah. Sebelumnya telah dilakukan 2 kali pengiriman, masing- masing 160 ton dan 40 ton.

 

Guna memperlancar akselerasi ekspor produk kakao di Sulawesi Tenggara (Sulteng), Karantina Kendari telah menerapkan sistem pengawasan inline inspection terhadap kakao PT KKI. Melalui inline inspection karantina mengawal persyaratan kesehatan dan keamanan komoditas agar dapat sesuai atau memenuhi persyaratan yang diminta negara tujuan ekspor.

 

"Seperti cocoa butter ini, Belanda mempersyaratkan Phitosanitary Certificate (PC) dari karantina. Makanya kami kawal sejak awal, proses mulai dari hulu sampai hilirnya dalam pemantauan petugas karantina. Hingga saat tiba waktunya ekspor, tidak perlu ada kejadian bongkar muat kontainer untuk diperiksa, karena semua sudah dilakukan di gudang pemilik," terang Mastari.

 

Ia menerangkan pihaknya melakukan monitoring terhadap gudang penyimpanan produk, kardus kemasan sampai pada kontainer yang digunakan sebagai alat angkut ekspor apakah sudah sesuai standar untuk terbebas dari hama gudang juga dilakukan oleh petugas karantina.

 

Pemeriksaan dan pengujian sampel produk di laboratorium karantina untuk uji mikroskopis juga dilakukan untuk memastikan produk ekspor bebas dari hama gudang sebelum dikeluarkannya PC yang dipersyaratkan.

 

Selain inline inspection yang dilakukan di unit kerja, percepatan layanan ditingkat pusat juga terapkan terobosan inovasi dibidang IT yakni dengan pemberlakuan e-certification dan e-payment.  Untuk tujuan ekspor ke Belanda, dua hal ini telah diterapkan dan bakal terus dijajaki ke negara tujuan ekspor lainnya. “Dengan ini dapat dipastikan percepatan ekspor produk pertanian ke negara tujuan terus dikawal Karantina Pertanian,” tutupnya.   TIA

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162