Loading...

e-paper Tabloid Sinar Tani - Inovasi Alsintan Budidaya Padi Lebih Mudah

05:50 WIB | Thursday, 26-July-2018 | Sorotan | Penulis : Pimpinan Redaksi

e-paper Tabloid Sinar Tani - Inovasi Alsintan Budidaya Padi Lebih Mudah

 

Pemerintah sejak dua tahun terakhir mendorong modernisasi pertanian. Salah satunya dengan menggerakkan alat mesin pertanian (alsintan) di tingkat petani. Ribuan alsintan pun deras membanjiri lahan petani.

 

Sejalan dengan bantuan kepada petani, pemerintah pun mendorong perekayasa yang bernaung di Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Per­tanian (BBP Mektan) untuk menghasilkan alsintan yang te­pat guna. Selain sesuai dengan petani Indonesia, juga disesuaikan dengan kondisi lahan pertanian. Salah satunya adalah mesin tanam padi jajar legowo tipe riding baris. 

 

Pengembangan mesin tanam padi (paddy transplanted) dalam negeri diawali dengan pembuatan prototipe mesin tanam padi jajar legowo tipe walking 4 baris. Alsintan ini merupakan inovasi awal untuk mendukung penerapan pola tanam jajar legowo.

Saat ini, mesin tanam ter­sebut telah diadopsi beberapa industri alsintan domestik dan telah diproduksi secara masal dan dipasarkan kepada petani. Meskipun mesin tersebut telah berfungsi dengan baik dan diterima petani, tetapi dari segi kapasitas kerja yang relatif masih rendah, dilakukan pengembangan mesin tanam padi jajar legowo tipe riding 6 baris.

Pengembangan mesin tanam padi tipe riding 6 baris ini dengan cara memodifikasi dan merekayasa kembali mesin tanam padi tipe riding komersial yang sudah ada dipasaran. Yakni dengan men­desain ulang mesin tanam padi tipe riding 6 baris sesuai pola tanam jajar legowo dan kondisi tanah di Indonesia. Caranya mengubah bagian utama pengumpanan bi­bit (feeding-tray), as alur ganda (double screw shaft) dan komponen pada bagian penanaman (planting device).

Hasil uji unjuk kerja mesin tanam padi jajar legowo tipe riding 6 baris mempunyai kapasitas kerja 0,36 ha/jam (2,8 jam/ha), efisiensi kerja lapang 57%, kedalaman tanam antara 2-6 cm, jumlah bibit 3-7 bibit/sekali tanam, jarak tanam dalam baris antara 13 sampai dengan 20 cm, dan lubang tanam kosong kurang dari 1%.

Dengan adanya mesin tanam padi jajar legowo tipe riding 6 baris diharapkan mampu menjawab kecepatan dan ketepatan waktu tanam yang terbatas setiap musimnya dan membantu petani dalam efisiensi waktu dan tenaga serta biaya.

 

Budidaya di Lahan Kering

Selain mesin tanam jajar legowo tipe riding baris untuk budidaya padi di lahan irigasi, BBP Mektan juga telah merekayasa alsintan untuk budidaya padi di lahan kering. Namanya mesin tanam benih langsung (Tabela).

Seperti diketahui, Kementerian Pertanian saat ini mendorong op­timalisasi lahan kering untuk bu­didaya padi. Termasuk meman­faatkan lahan bawah tegakan dan integrasi dengan perkebunan untuk budidaya padi. “Dengan tabela, benih langsung ditabur, tidak ada pembuatan persemaian dan pindah tanam, sehingga memerlukan tenaga kerja lebih sedikit,” kata Kepala BBP Mektan, Andi Nur Alamsyah.

Menurutnya, selama ini saat budidaya padi, petani hanya menaburkan benih tan­pa persemaian. Akibatnya, peng­gunaan benih pun membengkak. Diperkirakan kebutuhan benih berkisar antara 50–60 kg/ha atau 1,5–2 kali lipat dibandingkan dengan tanam pindah.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Editor : Pimpinan Redaksi

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162