Loading...

e-paper Tabloid Sinar Tani - Aman Beternak Tanpa AGP

06:54 WIB | Wednesday, 18-July-2018 | Sorotan | Penulis : Pimpinan Redaksi

e-paper Tabloid Sinar Tani - Aman Beternak Tanpa AGP

 

Pemerintah telah melarang penggunaan Antibiotics Growth Promoter (AGP) sebagai imbuhan pakan dengan terbitnya Peraturan Menteri Pertanian No. 14/Permentan/PK.350/S/2017 tentang Klasifikasi Obat Hewan. Peternak ayam sempat khawatir atas kemunculan beleid tersebut.

 

Bagaimana solusinya agar beternak ayam tetap aman tanpa AGP? Apalagi selama ini banyak peternak ayam menggantungkan kondisi kesehatan ternaknya dari AGP. Salah satunya adalah menerapkan biosekuriti.

 

Dosen Kesehatan Masyarakat Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bo­gor, drh. Abdul Zahid Ilyas menuturkan, tindakan biosekuriti memiliki tiga komponen utama, yaitu isolasi ternak dari lingkungan luar, pengawasan lalu lintas dalam peternakan dan sanitasi.

Isolasi disini mengenai tata letak dan lokasi dari peternakan itu sendiri. Misalnya adanya pagar yang melindungi peternakan dari lingkungan luar, jarak antara peternakan dengan rumah penduduk, pemisahan antara kandang ayam dengan unggas lain maupun hewan kesayangan lainnya.

Namun seiring permintaan ayam yang semakin meningkat, aspek jarak antara peternakan dengan rumah penduduk seolah tidak penting. Padahal menurut Zahid, jarak tersebut menjaga agar ternak sehat dan penduduk tidak terkena penyakit.

Hal penting lain yang mesti diperhatikan ungkap Zahid adalah pengawasan lalu lintas karena dikhawatirkan bisa membawa agens mikroba yang masuk ke dalam farm. Contohnya, tindakan pengawasan   terhadap pengunjung, peternak tidak meminjamkan peralatan kandang, peternak tidak membawa  unggas ke peternakan atau kandang tetangga dan desinfeksi pengunjung yang keluar atau masuk area kandang.

Terkait sanitasi antara lain, kebersihan kandang, kebersihan halaman kandang, kebersihan tempat pakan, kebersihan tempat minum, serta kebersihan sumber air ataupun pakan.

 

Empat Sektor

Zahid menambahkan, pene­rapan biosekuriti pada farm unggas, terbagi menjadi empat sektor. Sektor pertama. peternakan yang melaksanakan biosekuriti sangat ketat sesuai dengan prosedur standar. Contoh yang termasuk dalam sektor ini adalah breeding farm dari industri ternak terintegrasi. 

Sektor kedua, peternakan komersial dengan moderate to high level biosekuriti. Contoh golongan yang termasuk dalam sektor ini adalah peternakan ayam dalam ruangan tertutup (close house atau semi close house), sehingga tidak ada kontak antara ayam dengan unggas lain.

Sektor ketiga, peternakan ko­mersial yang melaksanakan biosekuriti secara sederhana dan masih terdapat kontak dengan unggas lain atau orang yang masuk ke peternakan. Umumnya peternakan komersial yang ada di Indonesia masuk dalam sektor ini. Sektor keempat, peternakan yang memelihara unggas secara tradisional dengan penerapan biosekuriti minimal dan produknya ditujukan untuk dikonsumsi atau dijual di daerah setempat.

Namun konsep biosekuriti hanya dikenal di lingkup peter­nakan sektor 1 (peternakan ung­gas komersial skala besar dan terintegrasi) dan sektor 2 (peternakan unggas komersial skala menengah). Untuk peter­nakan sektor 3 (peternakan ko­mer­sial skala menengah dan kecil yang lingkungannya tidak terjaga dengan baik) dan sektor 4 (pemeliharaan unggas di belakang rumah, tanpa kandang dan tidak diberi makan secara khusus), kesadaran mengenai pentingnya sanitasi tidak diperhatikan.

Sementara itu Pejabat Fung­sional Medik Veteriner Direktorat Kesehatan Hewan Kementan, Muhammad Azhar, menjawab Si­nar Tani mengemukakan, praktek biosekuriti bisa dilaksanakan sepanjang usaha peternakan ter­masuk peternakan ayam dilakukan secara intensif. Artinya wilayah peternakan berpagar dan tidak ada kontak dengan unggas umbaran (di luar farm).

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Editor : Pimpinan Redaksi

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162