Loading...

Mendongkrak Pertanian Pendukung Wisata di Kampung Jokowi, NTT

16:23 WIB | Tuesday, 05-June-2018 | Nusantara | Penulis : Gesha

Mendongkrak pertanian pendukung wisata Kampung Jokowi

Berada di daerah perbukitan dan berbatasan langsung dengan negara Timor Leste, masyarakat Kabupaten Belu masih tertinggal dibandingkan wilayah lainnya di Nusa Tenggara Timur. Karena itu, bidang pertanian menjadi perhatian khusus untuk bisa jadi pijakan utama pengembangan desa khususnya desa wisata Kampung Jokowi.

 

Ada yang berbeda dari Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, NTT, rumah-rumah penduduk yang tadinya hanya berupa bangunan non permanen kini menjadi bangunan permanen yang kuat. Sekitar 284 jiwa menempati 100 rumah yang telah dibangun oleh Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sejak 2017. Warga dan pemerintah daerah setempat, mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada presiden Joko Widodo dengan menamai kampung itu dengan sebutan kampung Joko Widodo atau Kampung Jokowi.

 

Meskipun berada di perbukitan, Kampung Jokowi ini sebenarnya dianugerahi oleh panorama pantai yang indah sehingga tidak salah jika Pemerintah Kabupaten Belu membuat kebijakan strategis untuk mengembangkannya menjadi desa wisata. Untuk mendukung pengembangan wisata di Kampung Jokowi, Pemkab Belu membangun percontohan program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) sebanyak 100 keluarga bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Malang..

 

Dosen STPP Malang, Latarus Fangohoi menuturkan pelatihan untuk kelompok wanita tani (KWT) juga sudah dilakukan antara lain proses amonisasi dan fermentasi jerami padi, budidaya tanaman dalam pot hingga praktik budidaya tanaman kacang panjang. "Mahasiswa juga diturunkan dalam bentuk program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dan dilakukan secara berkesinambungan ke depannya sampai bisa mewujudkan desa wisata dari Kampung Jokowi," paparnya.

 

Selain tanaman sayuran, tanah di Kampung Jokow juga cocok untuk dikembangkan jenis tanaman pangan lain seperti ubikayu, ubi jalar, kacang tanah, kacang hijau dan jagung.

 

Tak hanya itu, Kampung Jokowi ini juga terkenal dengan sapi potongnya sehingga sistem peternakan sapi yang digembalakan disana juga menjadi perhatian untuk dikembangkan.. Pola budidaya ternak yang subsisten seperti ini mengakibatkan pertambahan populasi ternak yang lambat.

 

Karena itu, perlu adanya pendampingan untuk penerapan teknologi yang menjadi faktor penting peningkatan usaha tani sekaligus menjadi pendorong pariwisata di kawasan perbatasan. (gsh)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162