Loading...

Mentan Apresiasi Inovasi Teknologi Kreasi Mahasiswa Brawidjaya

12:44 WIB | Friday, 25-May-2018 | Iptek, Teknologi | Penulis : Gesha

Mentan Apresiasi Inovasi Teknologi yang dilakukan Universitas Brawidjaya

Datang ke Universitas Brawidjaya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman disambut stand hasil inovasi teknologi mahasiswa dan dosen. Amran mengapresiasinya dengan membeli beberapa diantaranya. 

 

"Brawidjaya ini luar biasa, anak-anaknya cerdas, dosennya cerdas. Pak Rektor, luar biasa hasilnya. Banyak hasil penelitian dan langsung kami beli dan akan kita kembangkan ke depan," tuturnya sesaat setelah memberikan kuliah umum di Universitas Brawidjaya (UB), Malang, Jumat (25/5).

 

Amran mencontohkan varietas jagung inovasi UB yang luar biasa baru dilihatnya. Lalu ada agens hayati yang bisa meningkatkan produksi sampai 40 persen. "Kalau berhasil, kami kontrak 200 ha. Kalau berhasil, kontrak lagi 1000 ha. Ini kami akan beli langsung," jelasnya. 

 

Amran berpesan kepada seluruh civitas akademisi UB untuk terus berinovasi karena bisa merubah pertanian Indonesia di masa depan. "Karena hasil teknologi bisa dihasilkan dari kampus ini. Dan kita tidak akan bisa bersaing dengan negara lain tanpa teknologi, itu mustahil," tegasnya.

 

Amran menambahkan bahwa yang memproduksi teknologi adalah kampus, disinergikan dengan pemerintah. "Akademisi, pemerintah dan pengusaha harus sinergi. Sehingga petaninya Insya Allah tangguh," pungkasnya.

 

Sebagai pemegang empat paten bidang pertanian, Amran mengerti betul sulitnya menjadi peneliti, sering kali kerja keras yang tidak sebanding dengan penghargaan yang diterima. Untuk itu, sejumlah terobosan sudah dikeluarkan Menteri Amran untuk mendorong penelitian, diantaranya, menerapkan sistem online dan memberikan insentif kepada peneliti. 

 

"Dulu prosesnya bisa tiga tahun, sekarang sudah online untuk menghemat biaya dan waktu. Peneliti juga bisa memasukkan produknya lewat e-catalog, kita berikan royaltinya. Bahkan ada yang sudah menghasilkan hingga 6 milyar rupiah," papar Amran.

 

Ke depan, Amran berharap ada kerjasama permanen antara Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian di daerah dengan universitas agar penelitian benar-benar aplikatif dan bermanfaat untuk pembangunan bidang pertanian Indonesia. (gsh)

 

 

 

 

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162